Home Industri Kue Lumpit

Boja, Kendal (10/09/17) – Home industry adalah rumah usaha produk barang atau perusahaan kecil. Dikatakan perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Beberapa desa di kecamatan Boja yang memiliki home industry  salah satunya adalah  Desa Blimbing.  Terdapat beberapa home industry di dusun Blimbing yakni kue lumpit.

Beberapa mahasiswa KKN RM UNNES silaturahmi dan mengunjungi home industry kue lumpit di dusun Blimbing rt 08 rw 01 sebagai bentuk ingin memperkenalkan kepada khalayak umum dan media sosial bahwa di desa Blimbing sendiri memiliki hasil produk sendiri. Melalui media ini harapannya dapat membesarkan nama baik desa Blimbing.

Usaha kue lumpit di Desa Blimbing di produksi oleh 5 orang . Kue Lumpit ini berdiri pada tahun 2002. Nama pemilik home industry kue lumpit adalah Ibu Gina. Kue lumpit ini dibuat oleh Ibu Eka anak dari Ibu Gina. Industri ini didirikan atas dasar pemikiran Ibu Eka yang mengatakan bahwa “ Lebih baik cari pekerjaan di rumah yang dapat menghasilkan uang daripada bekerja di luar rumah”.

Bahan dasar kue lumpit adalah gandum atau ketan, gula, pati, dan garam. Dibutuhkan waktu 7,5 jam untuk membuat kue lumpit. Berat satu baskom bahan mentah kue lumpit seberat 8 kg, bahan jadi 7,5 kg. Hal ini dikerjakan secara mandiri dan dibuat oleh 2 orang. Kurangnya fasilitas untuk mencetak maupun membuat kue lumpit ini menyebabkan terbatasnya karyawan. Banyak varian rasa yang membuat citra rasa berbeda dengan daerah lain yakni varian rasa gula jawa, wijen, dan jeruk purut. Pembuatan kue lumpit paling banyak 10 kg. Terdapat 2 tungku dan 2 alat pencetak kue lumpit.

Modal awal untuk membat kue lumpit adalah secara mandiri, dan meminjam ke koperasi pasar dengan catatan bon terlebih dahulu. Kendala yang dihadapi selama ini adalah kue lumpit ini mudah hancur. Pemasaran masih sangat sederhana yakni menawarkan dan menitipkan ke warung, toko, dan pasar. Kekurangan karyawan saat banyak pesanan.

Pemerintah telah meninjau ke lokasi home industri kue lumpit Ibu Gina dan akan memberikan bantuan peralatan untuk membuat kue lumpit. Bantuan ini akan mempermudah karyawan dalam pembuatan kue lumpit. Ijin usaha kue lumpit berupa PIRT yakni izin untuk industri skala rumahan. Penghasilan bersih dalam seminggu 2 – 3 kali membuat adalah Rp. 30.000 dalam sekali membuat kue lumpit.  Harapan dari Ibu Gina yakni usaha lebih lebih lancar, pemasaran lebih mudah, karyawan lebih banyak dan peralatan lebih banyak untuk membantu dalam pembuatan kue lumpit.(Novian/Wiji)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan