Pupuk Kompos “BIOPOSS” Milik Warga Blimbing

Jumat, 8 September 2017. Mahasiswa KKN Revolusi Mental bersilaturahmi mengunjungi salah satu rumah warga dusun Blimbing, Desa Blimbing, kecamatan Boja Kabupaten Kendal, tepatnya di rumah bapak Muzaeni warga RT 3 RW 1. Silaturahmi ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada warga dan ingin mencari tahu produk atau potensi yang dimiliki oleh warga Desa Blimbing.

 

Pak Muzaeni menceritakan salah satu potensi yang di miliki warga desa Blimbing yaitu pembuatan pupuk kompos. Beliau bercerita awal mula kelompok tani berdiri yakni pada tahun 2005 . namun Pak Muzaeni berkecimpung bekerja sebagai petani sejak tahun 2009.  Nama perkumpulan tani sendiri di kenal dengan nama Dewi Sri Makmur. Jumlah karyawan hingga saat ini hanya ada 3. Awal mula beridir, mereka di bina oleh pemerintah mengenai pelatihan-pelatihan cara bertani dan pupuk kompos. BPTP instansi terkait yang membantu kelompok tani berjalan.

Menurut  Pak Muzaeni  modal  per 1 juta dapat menghasilkan 1x produksi. Sedangkan dalam satu tahun dapat menghasilkan 5 x produksi. 1 x produksi sendiri dapat menghasilkan 5 ton hasil tani. dapat di bilang keuntungan dari hasil 1 x produksi yaitu Rp 1.150.000.

Dalam proses pembuatan pupuk kompos sendiri bahan baku terdiri atas kotoran kambing, kapur, mol dan bekatul. Kotoran kambing di jemur terlebih dahulu, kemudian diberi mol, bekatul dan kapur. Diamkan sampai 10 hari. Setelah 10 hari baru kotoran tersebut di aduk dan siap untuk di pasarkan menjadi pupuk kandang.

Pak Muzaeni berkata “kendala dalam memproduksi pupuk kompos itu karena cuaca. Cuacanya yang ektrim dan tidak bisa di perkirakan keadaannya. sSehingga dapat menghambat hasil panennya”.  Dalam pemasarannya sendiri masih modern hanya dari mulut ke mulut karena masih belum bisa menggunakan teknologi. Padahal sudah memiliki merk produk pupuk kompos yang bernama “BIOPOSS”. Jenis produksi merk ini sudah diresmikan oleh LP Kendal, dinas pertanian. Selain dari mulut ke mulut warga berinisiatif untuk memasarkan produknya ke toko pertanian namun hanya di sekitar kendal ungaran. harga jual eceran 30-40% seharga Rp 25.000.

 

Adanya potensi yang dimiliki warga desa Blimbing ini semoga dapat lebih dikembangkan dan pemasarannya lebih luas supaya lebih dikenal oleh masyarakat lain, serta mampu memperbaiki kondisi ekonomi warga desa Blimbing (Dewinta/Nindy/Lena).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan